Syar’i Kalcer: Memberi Ruang untuk Berproses di Tengah Pro dan Kontra

Di tengah pro dan kontra, ada proses yang sering kali tidak terlihat

Trend khiban yang dipadukan dengan celana jeans belakangan ini memang memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat. Ada yang merasa senang karena melihat semakin banyak perempuan mulai tertarik mengenakan khimar yang lebih panjang. Namun, ada pula yang merasa kurang setuju karena menilai gaya tersebut belum mencerminkan busana muslimah secara kaffah. Perbedaan pandangan ini wajar terjadi, karena setiap orang memiliki pemahaman dan standar yang berbeda dalam memaknai kesempurnaan dalam berbusana.

Di sisi lain, penting untuk dipahami bahwa setiap manusia memiliki prosesnya masing-masing. Tidak semua orang langsung sampai pada tahap yang dianggap ideal atau sempurna. Mengenakan khiban dengan celana jeans bukan berarti menormalisasi atau membenarkan sesuatu yang belum sesuai dengan standar tertentu, tetapi bisa jadi itu adalah langkah awal dari sebuah perubahan. Ketertarikan yang muncul karena mengikuti trend pun tidak selalu bernilai negatif. Bisa jadi, dari rasa tertarik itulah hati seseorang perlahan terbuka untuk belajar dan memperbaiki diri.

Jika kita melihat fenomena ini dari sudut pandang yang lebih luas, sebenarnya terdapat tanda-tanda perubahan yang cukup positif. Dahulu, model jilbab yang lebih pendek atau bahkan cekek leher cukup umum dijumpai. Kini, semakin banyak perempuan yang mulai beralih ke jilbab yang menutup dada, meskipun belum sepenuhnya sempurna. Perubahan kecil seperti ini patut diapresiasi sebagai bagian dari perjalanan menuju kebaikan, bukan langsung dinilai secara negatif.

Pada akhirnya, jika seseorang telah menemukan cara berpakaian yang dianggap lebih sesuai dengan nilai muslimah secara kaffah, tentu itu patut disyukuri Alhamdulillah. Namun, penting juga untuk menjaga sikap agar tidak mudah menjustifikasi, menghina, atau mengucilkan orang lain yang masih berada dalam tahap berproses. Memberi ruang bagi orang untuk bertumbuh adalah bentuk empati dan kebijaksanaan. Sebab bisa jadi, dari langkah kecil yang dimulai hari ini, lahir perubahan yang lebih besar di masa depan.

Inspired by @strngrrr & @kakak.martabak 

Posting Komentar

Instagram

Wulan Dayu's Journal | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi