Tahun 2025 saya kenang sebagai salah satu tahun paling bermakna dalam hidup saya. Pada tahun inilah Allah memberi saya kesempatan untuk menuntaskan pendidikan doktor di Program Studi S3 Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara. Proses panjang yang dilalui penuh dengan doa dan harapan, akhirnya bermuara pada satu titik: rasa syukur.
Saya berhasil mempertahankan disertasi berjudul "Pengembangan Loyalitas Konsumen: Analisis Strategi Pemasaran Islami Berbasis Pengalaman pada Kuliner Legendaris di Kota Medan". Bagi saya, disertasi ini bukan sekadar kerja akademik, tetapi juga refleksi atas ketertarikan saya pada praktik ekonomi syariah yang hidup di tengah masyarakat, khususnya pada usaha kuliner yang telah menjadi bagian dari identitas dan memori kolektif Kota Medan.
Di balik capaian ini, ada banyak tangan dan hati yang bekerja untuk saya. Orang tua, anak-anak, dan keluarga selalu menjadi sumber doa dan kekuatan yang tak pernah putus. Namun, secara khusus, saya ingin menyebut sosok yang paling dekat dalam setiap proses ini: suami saya, Prof. Syukri Albani Nasution. Ia bukan hanya pendamping hidup, tetapi juga rekan intelektual yang setia—yang menguatkan ketika lelah, mengingatkan ketika goyah, dan selalu memberi ruang bagi saya untuk tumbuh. Terimakasih Imam dunia akiratku. Teruslah tampan dan setia.
Saya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Prof. Nur Hayati, Rektor UIN Sumatera Utara, dan Prof. Azhari Akmal Tarigan, yang dalam kapasitasnya turut memberikan dukungan dan perhatian terhadap iklim akademik yang kondusif selama proses studi saya berlangsung. Dukungan institusional dan suasana akademik yang sehat adalah bagian penting dari keberhasilan ini.
Penghargaan dan terima kasih yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh tim penguji dan pembimbing disertasi:
Prof. Dr. Bahdin Nur Tanjung, SE., MM sebagai penguji eksternal; Prof. Dr. Mustapa Khamal Rokan, MH dan Dr. Nur Ahmadi bi Rahmani, M.Si sebagai penguji internal; serta Prof. Dr. Muhammad Ramadhan, MA selaku promotor dan Dr. Yenni Samri Juliati, MA sebagai ko-promotor.
Bimbingan, kritik, dan arahan ilmiah dari para guru inilah yang menempa disertasi ini menjadi lebih matang dan bertanggung jawab secara akademik.
Kini, setelah satu tahap penting terlewati, saya menyadari bahwa gelar doktor bukanlah titik akhir. Ia adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus belajar, meneliti, mengajar, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas. Semoga pencapaian ini menjadi langkah baru dalam pengabdian intelektual saya, dan semoga setiap ilmu yang diperoleh diberi keberkahan serta nilai guna bagi banyak orang.

.jpeg)
.jpeg)
Posting Komentar